Well, and Come... :)

Rabu, 20 Juli 2011

Fisika is Easy

Albert Einstein, The King of Physic
Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar kata “coklat, konser band, atau bagi-bagi makanan gratis???” Pasti ada yang bilang….. mau….mau…. atau ikut….ikut…. mau banget donk,,,, ikutan yah,,,,plizzz,,,, (ich lebay banget,,hehheehe…)

Tapi APApun eksperesi, eh… ekspresinya (susah banget ngomongnya, eh nulisnya…) entah sambil jingkrak-jingkrak, guling-guling kayak kambing guling, gulung-gulung kayak dadar gulung, kaki di kepala, kepala di kaki, intinya…..jika suka sesuatu pastinya aura bahagia langsung terpancar dari wajah dan bola mata (ciyyyeee…).

BEDA gak klo kamu ditanya masalah pelajaran eksakta??? Misalnya fisika n kimia gitu??? Pasti gak ada yang jingkrak-jingkrak n berguling-guling (ada sich, naekkiya cuma segelintir,,,itu pun klo orangnya stress…)

Fisika n kimia memang diidentikkan dengan rumus-rumus yang dah dikali, dibagi, dikurang, dikuadrat, diakar, di daun, di batang (????), misalnya rumus jarak ini: s=vt+1/2at^2  

Gak susah KHAN???? (gak susah khan itu temannya shakh rukh khan ama salman khan, yah???)

Tidak  bisa dipungkiri kalo fisika itu adalah bagian hidup kita….  Misalnya kalo lagi jatuh cinta. Yang membuat sesuatu bisa jatuh karena adanya percepatan gravitasi (g) atau ada usaha yang dilakukan (w). saat jatuh, pasti ada kecepatan (v), n bisa menimbulkan tumbukan…. Sekarang, hitung besar tumbukan yang terjadi!!!!!!

Klo banyak siswa yang mengeluh Karena fisika itu sulit, mestinya mereka harus senang….. bayangkan saja,,,berapa besar otak kritis yang digunakan untuk memikirkan fenomena tersebut, berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk membiayai penelitian, berapa banyak nyawa yang dijadikan kelinci percobaan atau meninggal gara-gara resiko eksperimen???? Tentunya siswa tidak pernah memikirkan hal-hal tersebut.

So, apa alasannya sehingga kita harus menyukai dan menghargai fisika? Menurut buku yang saya baca….akronim PHYSIC dapat digambarkan seperti berikut…

Phenomenon. Perhatikan alam sekitar. Begitu indah dan teratur. Hukum-hukum fisika mampu menjelaskan fenomena-fenomena itu dengan akurat.

Happen. Setelah memerhatikan alam, biasakan untuk selalu bertanya, How could it happen? Bagaimana semua itu terjadi? Pupuklah sikap kritis dengan tak henti bertanya.

Yeach!! Ya, berteriaklah! Ekspresikan kegembiraan kalian, begitu menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang bergolak dalam pikiran.

Scientific. Peganglah teguh sikap ilmiah, karena dengannya kalian akan menjadi pribadi yang jujur dan adil dalam proses panjang meraih pengetahuan.

Implementation. Implementasikan pengetahuan kalian dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, kalian berusaha menempatkan fisika bukan hanya sebagai mata pelajaran sekolah, namun juga sebagai ilmu yang bermanfaat besar bagi kehidupan.

Kiat untuk Menjadi Resensator Andal

Judul Buku                 : Dasar-Dasar Meresensi Buku
Pengarang                  : Daniel Samad
Penerbit                      : PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta
Tahun                         : 1997, Cetakan I 1997
Jumlah Halaman        : 83 halaman



Dasar-Dasar Meresensi Buku adalah buku buah pena Daniel Samad, seorang editor sekaligus wartawan di Majalah Industri Konstruksi di Jakarta. Melalui buku nonfiksi yang memiliki tebal 83 halaman ini, Danil Samad menyuguhkan informasi mengenai cara menjadi resensator yang andal. Dengan bekal pendidikan di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, jurusan Pendidikan dan Bahasa Indonesia, penulis memaparkan secara detail mengenai hakikat, dasar, dan tujuan resensi buku.
Buku yang dicetak pertama kali pada tahun 1997 ini menyajikan khazanah pengetahuan tentang meresensi buku, baik buku kumpulan cerpen, puisi, dan novel. Secara sistematis, penulis menguraikan masalah-masalah resensi ke dalam 5 bab, yaitu pengertian resensi, membuat pembukuan, cara merumuskan tubuh resensi, mengakhiri resensi, dan meresensi buku sastra.
Pada awal pembahasan mengenai pengertian resensi, penulis memaparkan tujuan, dasar-dasar, bahasa, kelebihan, dan pola tulisan resensi. Selain itu, buku ini juga mengulas mengenai langkah-langkah meresensi buku, cara merumuskan judul dan data buku, serta sudut pandang resensator terhadap nilai buku yang diresensi. Pada bab penjelasan mengenai membuat pembukuan, penulis memberi ulasan tentang cara memaparkan sosok dan kekhasan pengarang di bagian pendahuluan resensi, kiat dalam menggambarkan keunikan, tema, kelemahan, dan kesan resansator terhadap buku. Selain penjelasan tentang bagian pendahuluan resensi, penulis juga memaparkan teknik merumuskan isi/tubuh resensi secara apik. Menurut penulis Dasar-Dasar Meresensi Buku, setelah kita berhasil membuat judul dan pembukuan yang memukau, bukan berarti tubuh resensi tak perlu digarap dengan menarik. Kalimat yang terjalin rapi, beruntun, dan enak dibaca tetaplah dipertahankan. Untuk itu, kita perlu menata setiap paragraph yang dibangun. Pada akhir pembahasan, penulis juga memaparkan cara menyunting resensi yang telah dibuat dan kiat untuk meresensi karya sastra, misalnya buku novel, kumpulan puisi, dan cerpen.
Buku ini sangat menarik dan merupakan salah satu buku nonfiksi yang unggul. Penulis memaparkan teknik penulisan resensi secara sistematis, kritis, dan analitis. Semua penjelasan dipadupadankan secara apik dan dengan bahasa yang sederhana. Selain itu, buku ini juga dihiasi dengan karikatur lucu dan menarik yang memberikan gambaran visual kepada pembaca tentang gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis. Karikatur yang ditampilkan sangat unik, sehingga buku ini mampu memanjakan mata pembaca, baik dari segi kualitas informasi yang diberikan, maupun hiburan visual yang disajikan. Di samping itu, di bagian akhir buku, penulis melampirkan alamat surat kabar dan majalah yang memuat kolom resensi sebagai referensi bagi resensator yang ingin karyanya dihargai secara finansial.
Tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang sempurna, begitu pula dengan kemampuan penulis memaparkan gagasannya dalam buku ini. Buku ini belum mampu menjawab secara detail tentang cara meresensi buku non fiksi. Buku ini hanya memaparkan secara gamblang tentang teknik meresensi karya sastra dan buku fiksi.
Secara umum, buku Dasar-Dasar Meresensi Buku karya Daniel Samad termasuk buku yang unggul dan mampu menyajikan teknik-teknik meresensi buku secara sistematis, kritis, dan analitis. Buku ini dapat menjadi referensi bagi pelajar, pendidik, dan calon resensator andal.

Selasa, 19 Juli 2011

Balada Pasukan Kuning di Bumi Latemmamala


Sampah…ya sampah
Melihat sampah membuatku teringat warna kuning
Bukan warna yang sakral ataupun mistik
Tapi, warna kebesaran pahlawan Bumi Latemmamala
Pasukan kuning

Mereka bukanlah pasukan kuning yang sibuk berorasi di tribun mewah atau lapangan luas
Namun, mereka adalah pasukan yang lihai menyapu bersih jantung Kota Soppeng
hingga ke lorong – lorong
Pasukan kuning itu bukanlah mereka yang sibuk
Ke kiri ke kanan dengan Avanza
Ke atas ke bawah dengan BMW metalik
Bukan mereka…


Namun mereka adalah pasukan yang sigap di atas truk warna kuning
Didera panas, diserbu hujan, menghirup udara yang telah terkontaminasi
asap knalpot, debu, dan aroma sampah yang ‘wangi’
Sesekali melambaikan tangannya kepada warga Soppeng yang ramah
walau kadang mencibir dan sinis

Mereka tak pernah malu dengan pekerjaan itu
Walau harus bercengkerama dengan aroma kelelawar dan sampah yang mengandung misteri
Yah, sampah yang mengandung misteri
Karena di antara sampah itu mungkin saja ada virus flu manusia, flu burung,
atau barangkali virus flu babi
Mereka tak pernah menyesal
Apalagi mengeluh dan menyalahkan takdir
Karena mereka bangga telah berkorban untuk Bumi Latemmamala


Kala kalong – kalong beterbangan di cakrawala petang
Langit senja merona merah bagai gadis yang tersipu malu
Pasukan kuning itu kembali ke istananya
Menanggalkan pakaian  kebesaran dengan patron debu dan peluh
Kedatangannya telah dinanti oleh buah hati

Ilusi Optik=Keajaiban Persepsi mata yang Sulit Ditebak

Teman-teman pasti pernah terkagum-kagum jika melihat gambar statis, tetapi seolah-olah gambar itu bergerak. Itulah yang dinamakan ILUSI OPTIK. Sebenarnya ilusi optik tidak berkisar di situ saja. Untuk lebih jelasnya, silakan baca penjalasannya yang saya kutip dari www.wikipedia.com 

Ilusi optis adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan penangkapan mata manusia. Ada anggapan konvensional bahwa ada ilusi yang bersifat fisiologis dan ada ilusi yang bersifat kognitif.
  • Ilusi fisiologis
Ilusi fisiologis, seperti yang terjadi pada afterimages atau kesan gambar yang terjadi setelah melihat cahaya yang sangat terang atau melihat pola gambar tertentu dalam waktu lama. Ini diduga merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat rangsangan tertentu secara berlebihan.
  • Ilusi kognitif
Ilusi kognitif diasumsikan terjadi karena anggapan pikiran terhadap sesuatu di luar. Pada umumnya ilusi kognitif dibagi menjadi ilusi ambigu, ilusi distorsi, ilusi paradoks dan ilusi fiksional.
(a). Pada ilusi ambigu, gambar atau objek bisa ditafsirkan secara berlainan. Contohnya adalah: kubus Necker dan vas Rubin.
(b). Pada ilusi distorsi, terdapat distorsi ukuran, panjang atau sifat kurva (lurus lengkung). Contohnya adalah: ilusi dinding kafe dan ilusi Mueller -Lyer.
(c). Ilusi paradoks disebabkan karena objek yang paradoksikal atau tidak mungkin, misalnya pada segitiga Penrose atau 'tangga yang mustahil', seperti misalnya terlihat pada karya seni grafis M C Escher, berjudul "Naik dan Turun" serta "Air Terjun".
(d). Ilusi fiksional didefinisikan sebagai persepsi terhadap objek yang sama sekali berbeda bagi seseorang tapi bukan bagi orang lain, seperti disebabkan karena schizoprenia atau halusinogen. Ini lebih tepatnya disebut dengan halusinasi.

Contoh gambar-gambar ilusi optik bisa teman-teman lihat di sini (hasil pencarian di Mr.Google), selamat terkagum-kagum!!! :)


Wah, pasti yang ada di pikiran teman-teman saat melihat gambar di atas adalah PUYENG, PUSING, dll... 



Sekarang, silakan teman-teman perhatikan tanda + di tengah-tengah gambar. Tatap terus, jangan berkedip!!! Apa yang terjadi????


Sepintas, ketiga garis di atas memiliki panjang yang berbeda-beda. Tapi sebenarnya, jika diukur, keduanya ternyata sama panjangnya. Ternyata modifikasi gambar yang berbeda dapat menipu penglihatan kita, teman-teman!


Hmm, jika melihat gambar di atas, ada 2 pertanyaan yang bisa muncul.
1. Berapa sebenarnya pilar yang dimiliki bangunan di atas?
2. Jika ada 3, apakah pilar yang kedua berbentuk slinder atau kotak?
Silakan dijawab, teman-teman!



Gara-gara adanya kombinasi antara lukisan perahu dengan awan + langit biru, seolah-olah barisan perahu di atas adalah pilar-pilar!


Ayo tebak, berapa jumlah kuda yang ada di gambar di atas! Jika teman-teman teliti, teman-teman akan menemukan 7 ekor gambar kuda looh......


Hayo, berapa wajah yang bisa teman-teman lihat dari gambar di atas???


Berkat kemampuan pelukis, lukisan 2 dimensi di karpet tampak seolah-olah 3 dimensi! Ajaib!!!


Selain gambar wajah, sebenarnya ada tulisan lain yang menyusun wajah ini. Dapatkah teman-teman melihatnya????


Ayo baca tulisan di atas!!!


Temukan 11 wajah pada gambar di atas (tidak termasuk wajah kuda dan penunggangnya) !!!



Silakan lihat bagian tengah lingkaran. Lalu maju mundurkan kepalamu, apa yang terjadi dengan gambar???


Kalau ini, bikin bingung, teman-teman. Sebenarnya jendelanya menghadap mana sih, kiri atau kanan, yah????


Mata jadi sakitttt :"(


Hitung berapa jumlah dot hitam yang ada di gambar di atas! kalau bisa, saya kasi hadiah dehhhh!!!!


Apakah gambarnya bergerak????



Tatap tanda X di mata skull, jangan berkedip. Lalu lihat tembok atau bidang datar lainnya, apa yang terjadi????


Kalau ini sih bukan ilusi optik, tapi manusia yang mirip IRFAN BACHDIM. Mirip gak??? Katanya sihhh, pegulat (Stuart Alexander "Stu" Bennett lahir Pada 10 Agustus 1980, ia adalah seorang pegulat profesional Inggris) ini mirip IRFAN BACHDIM??? Setuju??? Klo z sihhh,,, 99,1% setuju... Ckckkkkkk..... bisanyaaaa.... :D

Kalo mau liat dalam bentuk video, silakan liat di Youtube.... Keren abisss....!!!! :)
Lihat di sini: Ilusi Optik 

Sejarah dan Asal-Usul Peniti

Peniti, tahu kan?

 

Dalam kehidupan sehari-hari, peniti tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Di sebagian wilayah Indonesia peniti dijadikan simbol kebudayaan seperti di Jawa dan Bali. Peniti identik dengan perempuan sebab memiliki fungsi sebagai pengait atau kancing pada baju kebaya dan kamben (kain) yang biasa dikenakan perempuan. Namun pernahkah terlintas dalam benak kita untuk mengetahui siapakah orang yang berjasa pada penemuan kecil ini?

Berterimakasihlah kepada Walter Hunt seorang penemu asal Winchester, Amerika Serikat. penemuan yang diciptakan sekitar tahun 1849, dilatar belakangi oleh tekanan untuk membayar hutang 15 dollar kepada temannya. Walter Hunt lahir 29 Juli 1796, di Martinsburg, New York. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Sherman dan Rachel Hunt. Semenjak kecil, Hunt tinggal dikota kelahirannya. Ia mendapatkan pendidikan dasarnya di sebuah sekolah kecil yang memiliki satu ruang kelas. Pada 1817, Hunt lulus dari kuliah di Masonry. Setelah lulus ia menikah dengan Polly Loucks dan memiliki 4 orang anak.
Hunt mengembangkan karir intelektualnya di bidang usaha tekstil yang pada saat itu menjadi mata pencaharian utama masyarakat kota Lowville, sebuah kota kecil di Lewis Country, New York. Ia bersama keluarganya membangun bisnis tekstil kain wol dan katun.

Bersama saudara laki-lakinya Hiram Hunt, ia merintis di bidang jasa pemintalan wol. Namun, bisnis itu tidak berlangsung dikarenakan mengalami kerugian yang cukup besar.

Meski disibukkan oleh pekerjaannya, Hunt yang juga pintar di bidang mekanik ini masih sempat menciptakan beberapa barang yang berguna bagi kepentingan publik, di antaranya adalah alat pemintal benang, alat pengasah pisau, bel untuk mobil jalanan, tungku pembakar batubara, batu buatan, mesin pembersih jalan, pengeruk es dan mesin pembuat surat. Namun hasil temuannya ini tidak membantu untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.

Bahkan Hunt yang lebih memilih untuk menikah muda ini, harus susah payah untuk melunasi hutang kepada temannya sebanyak 15 dollar. Dari tekanan dan kegelisahan, ia berpikir untuk menciptakan sesuatu yang akan menolongnya melunasi hutangnya.

Peniti Antik
Suatu ketika, Walter Hunt sedang memilin potongan kabel hingga terciptanya sebuah peniti. Pada waktu itu peniti digunakan sebagai alat bantu untuk menyematkan kain tanpa kancing. Bahkan, peniti ini biasanya dipakai untuk mengaitkan celana dengan atasan yang digunakan sebagai representasi pakaian pekerja muda saat itu.

Agar tidak ditiru oleh orang lain, Hunt memantenkan peniti ciptaannya Pada 10 April 1849. Kelak di kemudian hari, hak paten tersebut dia jual dengan harga 400 dollar. Tanpa menyadari bahwa dia sebenarnya bisa mendapatkan miliaran dolar dari hasil penemuannya itu.

Sebelum ditemukan oleh Walter Hunt, sebenarnya peniti telah dikenal sejak 14 abad sebelum masehi di Micenae. Peniti tradisional itu disebut fibulae yang fungsinya serupa dengan peniti yang kita pakai sekarang.
Namun ujungnya tak tertutup sehingga sering melukai pemakainya dan tak mempunyai per sehingga tak dapat memegang dengan erat. Namun kegunaan peniti baru bisa dinikmati manfaatnya setelah walter Hunt berhasil menemukan peniti yang lebih simpel dan sederhana dan aman digunakan.

Peniti Warna-Warni
Dalam perkembangannya peniti digunakan gaya hidup oleh subkultur atau komunitas punk. Komunitas ini menggunakan peniti sebagai salah satu style yang populer sejak pertengahan 1970-an di Inggris Raya.

Gaya itu dinyatakan pertama kali muncul berkat kreasi Richard Hell dan semakin populer karena fotonya dimuat di majalah komunitas punk. Disain peniti ini juga sudah berkembang dan bermacam-macam dan berwarna warni dan sering ditambahin pernak-pernik sebagai hiasan baju. Bahkan, peniti juga dijadikan sebuah hadiah penghargaan dengan terbuat dari emas.

Walter Hunt meninggal pada tanggal 8 Juni 1859 dikarenakan penyakit Pneumia. Jasadnya dikuburkan di pemakaman Green-Wood di Brooklyn, New York. Hingga sekarang masyarakat negeri paman sam mengenangnya sebagai seorang yang banyak menciptakan inovasi baru dalam bidang penemuan. Meski telah menciptakan banyak penemuan, hingga akhir hayatnya Hunt tidak pernah menikmati hasil keuntungan dari ciptaannya.

Senin, 18 Juli 2011

Triologi Cinta

(24 puisi goresan pena siswa XII IPA 3 yang dipadukan dan diuntai menjadi puisi Trilogi Cinta)



Ketika Cinta Menyapa
Dalam suatu alunan nada
Dalam kisah yang kurajut
Bersama cerita dan deritaku (Muhammad Nasrullah : Kisah Kasih)
Cinta  adalah kenangan
Cinta adalah malaikat
Cinta adalah jiwa (Ilham Rusdi: Cinta)
Aku lahir  karena  cinta
Dengan berbagai warna dan rasa ( A. Arni Pratiwi : Aku dan Cinta)
Di sebuah lorong kehidupan  yang hening dan sepi
Terdengar suara lembut nan mesra  (Asmawati)
Mengalun anggun dari singgasana langit
Wajah yang bersinar di ujung pelangi
Mengulum senyum berpatron embun pagi
Ia membawa secawan coklat stroberi
Beralaskan  sulaman benang-benang cinta  (Nur Amaliah Idrus: Coklat Stroberi di Ujung Pelangi)



Ketika Cinta Menyatu
Ketika panah itu menancap jantung   (M. Idris)
Ketika batu itu tertanam di hati (Nasdarita: Suara Hati)
Ketika cahaya itu mendekat  (Musfitasari)
Anganku menembus cakrawala  (Magfirah Nur: Merindumu)
Bulan dan bintang meraih jemariku
Memberiku sekuntum mawar indah (Asni Syamsu Alam)
Dunia  tersenyum (Yeyen Afriliyanti: Cinta)
Matahari bernyanyi (Jumarni)
Menyanyikan lagu Romeo dan Juliet (Nurun Nahri)
Kau babat dengan pedang cintamu
Hercules pun takkan mampu melepaskannya (Waafiah: Pedangmu di Hatiku)
Kutub  tak mampu melelehkan
Bongkahanmu begitu kuat menyatu (Winda Trisna Ayu: Matahariku)
Merasuk ke dalam hati  (Nur Rahmah: Nur Rahmah AR.)
Menggumpal  dan mengalir deras
Hingga ke ujung nafasku  (A. Zainal: Cinta dalam Hati)
Di atas hamparan langit luas (Musdalifah)


Ketika Cinta Pamit
Ketika sang merpati terbang tinggi
Jauh dibalik awan   (Jumriani: Cinta)
Meninggalkan kenangan
Yang tertanam subur di hatiku (Evi Nurvita: Kehilangan)
Goresan luka di lautan perih
Berlumuran kisah yang pedih
Menatap sendu lautan gelora  (Nurul Sulfi Andini: Gelapku untuk Cinta)
Menyatukan kegalauan dalam derita  (Nirwana: Kepergianmu)
Kepergianmu meninggalkan luka
Yang menggumpal  (Agustina: Kepergianmu)
Kekecewaan dan kehancuran
Yang tak bertepi  (Mentari: Terakhir Kalinya)
Namun ku yakin ada masanya
Kan ada satria berkuda putih
Yang mengisi separuh hatiku yang hilang (Ramadhani Arifin: Sebuah Masa di Bulan April)

How To Make Sauce?????


Hitam, manis, dan bergizi, yup para einsteinerz dah tahu kalo itu adalah KECAP. Tapi ada yang udah bisa bikin kecap sendiri, gak? Wah, jangan sampai tahu makan, tapi gak tahu bikin…. Ingat slogan ala Einsteinerz (N.A.I) di bawah ini….

“Jangan Selamanya Menjadi Konsumen, tapi Sewaktu-Waktu, Kamu Juga Harus Menjadi Produsen”

Sekilas tentang Kecap
Kata “kecap” diduga diambil dari Bahasa Amoy, koechiap atau ke-tsiap. Kecap merupakan ekstrak dari hasil fermentasi kedelai yang dicampurkan dengan bahan-bahan lain (gula, garam, dan bumbu) untuk meningkatkan cita rasa makanan.
Cara pengolahan kecap diduga berasal dari daratan Cina, ditemukan lebih dari 3000 tahun yang lalu. Selanjutnya masuk ke Jepng dan Negara lain di Asia, termasuk Indonesia. Saat ini, industri kecap terbesar terdapat di Jepang, yaitu Kikkoman, dengan jenis kecap yang dihasilkan adalah shoyu dan tamari.

Penerimaan masyarakat tertinggi terhadap kecap terjadi di Amerika Serikat, hal ini dibuktikan oleh produksi kecap di AS yang mencapai 17,85 juta liter per tahun. Karena rasanya yang khas dan sangat disukai, kecap cepat dikenal di berbagai Negara, terutama di belahan Timur dengan berbagai cita rasa dan komposisi.
Bahan baku utama kecap pada umumnya adalah kacang kedelai. Hal ini memiliki keunggulan tersendiri karena kedelai memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, terutama protein dan karbohidrat. Asam amino yang terdapat pada kedelai adalah leusin dan lisin. Mutu protein kedelai termasuk paling unggul dibandingkan jenis tanaman lain, bahkan hampir mendekati protein hewani. Hal ini disebabkan oleh banyaknya asam amino essensial yang terkandung dalam kedelai, seperti arginin, fenilalanin, histidin, isoleusin, leusin, metionin, treonin, dan triptopan.


PROSEDUR PEMBUATAN

Bahan dan Alat
-          Kacang kedelai                                                 1 kg



-          Ragi tempe                                                        ± 4 sdm
-          Tepung kanji*                                                  ± 4 sdm
-          Air bersih                                                           4 liter
-          Garam                                                               800 gram
-          Kantong plastik
-          Baskom
-          Panci
-          Kompor
-          Kain saringan/pengering
-          Baki/nyiru 
-     Gula merah 

-          Bumbu Penyedap (lengkuas, jahe, sereh)
*Tepung kanji berfungsi untuk memutihkan tempe



Cara Kerja
Pilihlah kacang kedelai yang berkualitas, yaitu tidak berkerut, hitam, dan tidak terapung jika direndam dalam air, karena kualitas biji kedelai yang digunakan akan memengaruhi kualitas kecap yang diproduksi.


Cuci biji kedelai hingga bersih. Cara yang baik untuk mencuci yaitu dengan air mengalir.



Diamkan kedelai yang dicuci untuk memisahkan kedelai yang baik dengan kedelai bermutu rendah dan kotoran yang lain. Alirkan air cucian yang telah berwarna keruh. Ulangi hingga air cucian kedelai menjadi berwarna bening/bersih.
Rebus kedelai di atas api sedang selama ± 4 jam, hingga kedelai masak dan kulitnya mudah terkelupas.



Setelah mendidih, masukkan kedelai ke dalam kain saringan, kemudian buat biji kedelai terbagi dua dengan cara dipukul dengan tangan/kepalan sambil disiram dengan air dingin.



Cuci kedelai dengan air dingin sambil dibersihkan dengan tangan. Kulit biji kedelai akan terpisah dan terapung di permukaan air.



Alirkan air cucian yang bercampur dengan kulit kedelai. Ulangi hingga kedelai menjadi bersih.
Rendam kedelai  dalam air bersih selama ± 12 jam.




Setelah direndam selama semalam, cuci kembali kedelai dan rebus selama ± 20 menit.




Tiriskan kedelai di atas nyiru yang dilapisi dengan kain.Setelah kedelai sudah agak kering (lembab), beri ragi dan tepung kanji secukupnya, campur hingga merata.

Masukkan kedelai ke dalam kantong plastik yang telah dilubangi pada beberapa titik. Isi hingga ±3/4 bagian. Rekatkan sisi plastik yang terbuka dengan api/lilin.

Simpan kedelai dalam suhu kamar selama 2 – 3 hari.

Setelah terbentuk jamur tempe, rendam tempe ke dalam air yang telah dicampur dengan garam. Simpan selama minimal 2 bulan.

Setelah minimal 2 bulan, masak rendaman tempe (yang telah disaring), tambahkan gula merah dan penyedap. Kecap kini siap untuk dikonsumsi.... :) __̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡.__